This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Tuesday, June 14, 2022

5 Etika Interview Kerja Secara Online yang Perlu Dilakukan oleh Jobseeker

 5 Etika Interview Kerja Secara Online yang Perlu Dilakukan oleh Jobseeker


    Interview merupakan tahapan penting dalam proses seleksi kerja, sehingga membutuhkan persiapan yang cukup matang. Berhubung saat ini beberapa perusahaan memilih interview kerja secara online, maka membutuhkan effort yang lebih dibandingkan interview yang dilakukan secara face to face.
    Selain mempersiapkan jawaban, saat interview online kamu juga perlu menerapkan 5 etika di bawah ini lho!


1. Bergabung Tepat Waktu

    Ketika melakukan interview kerja secara online, biasanya perusahaan akan menggunakan aplikasi seperti Zoom, Google Meet, atau Skype. Nah, bergabung tepat waktu merupakan etika penting saat interview kerja secara online. Agar tidak telat, periksa kesesuaian link untuk bergabung ke medium yang telah ditentukan oleh perusahaan. Setelah itu, jangan lupa untuk join tepat waktu sesuai dengan jadwal yang ditentukan.

    Jika bergabung tepat waktu, maka waktu yang akan dipergunakan saat interview kerja lebih efektif dan recruiter tidak perlu menunggu kamu untuk mempersiapkan diri. Bergabung tepat waktu juga menjadi bahan penilaian kedisiplinan kamu lho.


2. Pakaian Formal dan Rapi

    Penampilan merupakan cerminan diri kamu di depan recruiter. Oleh sebab itu, menggunakan pakaian formal dan rapi adalah poin penting yang akan menjadi bahan penilaian ketika melakukan interview kerja.

    Berikan penampilan terbaik kepada recruiter dengan menggunakan kemeja, blazer, atau pakaian yang sesuai dengan karakter perusahaan yang sedang kamu lamar. Khusus untuk kamu Ladies, jangan lupa untuk menggunakan makeup sederhana agar penampilan semakin fresh.


3. Silent Handphone

    Agar proses interview tidak terganggu, ada baiknya kamu memastikan terlebih dahulu handphone dalam keadaan silent. Selain itu, jangan bermain handphone saat sedang menunggu diwawancarai atau menggunakan handphone untuk mencatat poin penting saat interview berlangsung. Sebagai solusinya, kamu bisa mempersiapkan alat tulis dan buku untuk mencatat poin penting saat interview.


4. Komunikasi Formal

    Komunikasi saat interview kerja merupakan hal yang tidak bisa dihindari, oleh karena itu kamu harus menggunakan komunikasi secara formal dan dua arah kepada recruiter. Karena sesi interview dilakukan secara online, maka jawablah pertanyaan yang diajukan oleh recruiter menggunakan suara dan artikulasi yang jelas. Hal ini bertujuan mencegah terjadinya miss-communication antara kamu dengan recruiter nantinya.


5. Body Language

    Meskipun terkesan sepele, faktanya body language juga menjadi penilaian penting saat interview kerja lho. Yup, seperti yang kita ketahui, komunikasi tidak hanya dilakukan secara verbal tapi juga dilakukan secara non-verbal seperti body language.

    Hal-hal seperti ekspresi, gerakan tangan, posisi tubuh, mata melihat kamera atau fokus ke layar laptop, adalah bentuk dari body language yang menjadi penilaian recruiter saat interview kerja secara online.

Hal yang Tidak Boleh Dilakukan Saat Online Interview

 

Hal yang Tidak Boleh Dilakukan Saat Online Interview

Pandemik Covid-19 menyebabkan kekacauan di seluruh perekonomian dunia dan kita akan melihat perubahan besar-besaran di dunia industri. Resesi dan perubahan di lanskap bisnis akan mengubah cara perusahaan dalam beroperasi dan merekrut kandidat. Jika biasanya wawancara dilakukan dengan tatap muka, perusahaan sekarang harus mulai berinovasi dalam proses rekrutmen. Di situasi yang sekarang ini, wawancara daring adalah kunci untuk beradaptasi dan kesuksesan.


Memanfaatkan teknologi di era rekrutmen online

    Rekrutmen online bukan hal yang baru. Perusahaan biasanya melakukan wawancara via telepon sebagai proses screening di awal sebelum mengundang kandidat di sesi face-to-face interview. Namun wawancara secara langsung lebih memberikan penilaian yang efektif, sementara wawancara online sering terjadi miskomunikasi karena gangguan sinyal.

Belakangan ini, pekerjaan home-based mulai banyak diminati oleh para pelamar. Mudah, irit biaya, dan tidak merepotkan, pekerjaan jenis ini juga cocok di saat masa karantina ini.
 
Dengan meningkatnya tren wawancara online, apa saja yang perlu dipersiapkan untuk menghadapi perubahan tersebut? Apa yang tidak boleh dilakukan agar kandidat tertarik untuk melamar?

Hal yang perlu dihindari selama proses rekrutmen online

 
Koneksi internet yang buruk

    Agar proses online interview berjalan lancar, pastikan koneksi internet tidak mengalami gangguan. Tutup semua aplikasi dan hentikan proses download yang dapat mengganggu kecepatan internet. Hal ini karena penggunaan data untuk teleconference lebih besar dibanding mengirim e-mail. Karena pentingnya internet saat ini, memasang Wi-Fi atau memilih provider internet yang bagus adalah opsi terbaik.

 
Tidak memeriksa kualitas suara dan video

    Jangan sampai terjadi masalah suara atau gambar di tengah wawancara. Sebelum proses wawancara, periksa dan pastikan kualitas suara dan gambar, kemudian lakukan tes dengan teman atau keluarga. Akan lebih baik untuk punya rencana lain jika terdapat masalah teknis.

 
Wawancara di area yang kurang bagus

    Pastikan latar belakang tempat terlihat layak agar kandidat dapat lebih fokus terhadap Anda, bukan dengan yang lain. Pilih tempat yang cukup terang dan tidak banyak dekorasi, foto—apapun itu yang membuat kandidat tidak fokus. Selain itu, jauhkan anak-anak dan hewan peliharaan di sekitar Anda.

 
Berpakaian santai

    Proses interview di rumah membuat Anda berpikir tidak jadi masalah untuk berpakaian dengan santai. Bagaimanapun juga, kandidat juga menilai dan berharap Anda juga profesional. Bersikaplah seperti proses wawancara biasanya.


Tidak menyiapkan pertanyaan sebelumnya

    Keuntungan saat melakukan interview di rumah adalah dapat menyiapkan catatan untuk digunakan. Anda sebagai yang memimpin dalam percakapan juga dapat menyiapkan apa yang menjadi bahan pembicaraan. Sudah menjadi tugas Anda untuk mengetahui profil para kandidat, dan menyiapkan pertanyaan yang sistematis sehingga proses wawancara akan berjalan baik. Jangan lupa untuk mengizinkan kandidat bertanya agar Anda juga dapat mengetahui ekspetasi pihak yang diwawancara.

 
Menunjukkan sikap tidak antusias

    Gerak tubuh tidak dapat dibohongi. Jangan hanya ingin terlihat percaya diri di depan kandidat, namun tunjukkan juga ketertarikan Anda. Ketika posisi Anda sedang duduk atau berdiri, jangan bersandar atau menunjukkan sikap yang tidak bersemangat—hal ini dapat memberi kesan negatif pada kandidat.

 
Memotong kandidat saat berbicara

    Hindari untuk melakukan interupsi pada kandidat ketika dia sedang bicara. Bukan hanya tidak sopan, namun ada kemungkinan terjadi salah paham dan si kandidat harus mengulang apa yang tadi dikatakan. Karena Anda dan kandidat sedang melakukan online interview, berikan jeda beberapa detik setelah kandidat selesai berbicara sebelum beralih ke pertanyaan selanjutnya.


Mata tidak melihat ke kandidat

    Tunjukkan ketertarikan Anda dengan melihat ke arah kamera. Pandangan jangan sampai melihat ke arah lain atau malah sibuk dengan hal lain. Ini menunjukkan perhatian Anda dan memberi indikasi bahwa Anda benar-benar mendengarkan mereka. Selain itu, berikan respon positif dengan mengangguk atau katakan “oke”.

 
Terlihat kaku

    Walaupun kondisinya sedang melakukan wawancara, bukan berarti Anda tidak dapat bersikap sedikit santai dan pembicaraannya terlalu terfokus. Di situasi krisis seperti ini, Anda bisa menanyakan keadaan kabar si kandidat dan tanyakan bagaimana proses pencarian kerjanya selama pandemi ini. Dengan begitu, Anda telah menunjukkan empati ke kandidat dan dapat memberi citra yang positif bagi perusahaan.

 

    Beberapa contoh di atas adalah hal yang tidak boleh dilakukan atau yang perlu dihindari ketika melakukan online interview. Setelah semua sudah berjalan normal, pandemi ini akan mengubah kebiasaan kita saat bekerja. Bagaimanapun juga, tantangan luar biasa seperti inilah yang akan membuka jalan ke cara hidup yang baru dan lebih baik.

TIPS INTERVIEW ONLINE

             TIPS INTERVIEW ONLINE


    Kawan PRIMA, pandemi Covid-19 membawa banyak perubahan dalam berbagai hal. Kini sebagian besar pekerjaan menjadi serba online. Termasuk proses rekrutmen karyawan, yang kini dilakukan secara daring untuk mencegah penyebaran virus corona. Proses interview atau wawancara kerja biasanya menggunakan aplikasi Zoom, Google Meet, maupun aplikasi video conference  lainnya. Bagi kamu yang mendapatkan undangan interview online, jangan remehkan prosesnya. Wawancara kerja online punya tantangan sendiri. Kamu harus tahu bagaimana cara menampilkan sisi terbaik dari diri kamu, meski prosesnya dilakukan tanpa bertemu fisik dengan pemberi kerja.

    Tidak semua orang lihai berbicara di depan kamera, meskipun itu hanya sekadar kamera laptop atau ponsel. Ada yang menjadi gugup karena belum terbiasa berbincang dengan menatap layar. Jika sudah begini, kesalahan mungkin saja terjadi. Lakukan beberapa tips ini agar wawancara kerja online di masa pandemi bisa menarik pewawancara.

 

1. Tanyakan Detail Mekanisme Interview Online

    Setelah mendapatkan undangan wawancara secara online, kamu berhak menanyakan tentang mekanismenya kepada HRD. Informasi yang diberikan akan membantu kamu mempersiapkan segala sesuatunya. Kamu bisa menanyakan beberapa hal, diantaranya:

  • Aplikasi online apa yang digunakan pada saat wawancara? Zoom, Google Meet atau aplikasi lain? Pastikan kamu sudah mengunduh dan mempelajari penggunaan aplikasi yang diminta HRD dari jauh-jauh hari untuk menghindari kesalahan teknis di hari H.
  • Berapa lama proses interview online berlangsung? Pastikan kamu meluangkan waktu untuk sesi ini.
  • Siapa dan berapa banyak orang yang akan mewawancarai? Informasi ini dibutuhkan untuk mempersiapkan jawaban dari kemungkinan pertanyaan yang akan diajukan.

 

2. Riset

    Kamu juga harus mengumpulkan informasi terkait profil perusahaan dan jobdesk dari posisi yang sedang kamu lamar. Kamu bisa mencari informasinya dari berbagai sumber di internet. Informasi ini akan sangat berguna untuk menjawab pertanyaan pewawancara nantinya.

 

3. Latihan

    Untuk memperlancar proses interview online, kamu bisa mempersiapkan diri dengan berlatih sejak jauh-jauh hari. Berlatih bisa dilakukan secara online pula. Kamu dapat melakukan video call dengan teman kamu seolah-olah sedang melakukan interview. Hal ini untuk membiasakan kamu yang masih canggung berbicara di depan kamera.

 

4. Pilih Tempat Nyaman dan Pencahayaan Baik

    Saat akan melakukan wawancara online, kamu perlu memperhatikan pemilihan tempat, latar belakang dan pencahayaan yang baik. Sangat disarankan memilih tempat yang tidak ramai, seperti di kamar atau di ruangan yang tidak berisik. Suasana yang tenang akan membantu kamu fokus saat menjawab pertanyaan pewawancara. Pastikan juga latar belakang yang kamu pilih tidak berantakan, atau lebih baik menggunakan latar belakang yang polos sehingga terlihat lebih rapih dan professional. Cek juga pencahayaan di ruangan yang kamu pilih, pastikan wajah kamu bisa terlihat jelas dan suara kamu terdengar oleh perekrut.

 

5. Gunakan Outfit Terbaik

    Jangan mengira karena interview dilakukan secara online, membuat kamu mengabaikan penampilan. Kamu tetap harus menggunakan outfit terbaik, menampilkan wajah yang segar, sehingga pewawancara melihat keseriusan dengan posisi yang dilamar. Berpakaianlah seperti kamu sedang akan melakukan wawancara tatap muka. Mengenakan jas, kemeja, atau pakaian formal lainnya tetap pilihan terbaik.  Untuk wanita, dapat menggunakan riasan make up agar lebih menarik perhatian.

 

6. Cek Koneksi Internet

    Hal paling penting yang harus diperhatikan saat interview kerja online, yaitu koneksi  jaringan internet yang kamu miliki. Jangan sampai di tengah-tengah sesi wawancara online, internet kamu terputus sehingga mengganggu konsentrasi dan kelancaran proses wawancara online. Hal tersebut juga bisa mengurangi nilai kamu di hadapan perekrut, karena dianggap tidak mempersiapkan diri dengan baik.

 

7. Perhatikan Gestur Tubuh

    Sangat penting untuk menunjukkan antusiasme ketika interview online berlangsung. Hal tersebut menunjukkan ketertarikan kamu terhadap pekerjaan dan perusahaan yang kamu lamar. Usahakan kamu tidak terlalu kaku atau cemberut saat menjawab pertanyaan yang diajukan. Gunakan bahasa tubuh seperti mengangguk, tersenyum, dan bersemangat di depan perekrut.

 

Referensi:

Avrist.com

Firstmedia.com

Indozone.id

Cermati.com

Pertanyaan Jebakan HRD saat Interview Kerja yang Perlu Kamu Sadari

 

Pertanyaan Jebakan HRD saat Interview Kerja yang Perlu Kamu Sadari

    Interview kerja merupakan salah satu tahapan yang harus kamu lalui saat akan melamar pekerjaan pada perusahaan tertentu. Momen ini pastinya membuat banyak orang merasa deg-degan, bukan? Bagaimana tidak, kamu akan berhadapan dengan HRD berpengalaman yang siap menanyai kamu dengan pertanyaan interview kerja yang mungkin saja bersifat jebakan, nih, sahabat MySkill!

    Akan tetapi, apakah sahabat MySkill sudah menyadari pertanyaan-pertanyaan jebakan tersebut? Kalau belum, perlu disiapkan dari sekarang ya, agar kamu bisa lancar menjalani interview kerja. Jangan khawatir, berikut kami sajikan beberapa pertanyaan jebakan HRD saat interview kerja. Yuk, kita simak sama-sama!

1. Coba Perkenalkan Diri Anda pada Kesempatan Interview Kerja

    Pertanyaan ini biasanya menjadi pembuka saat interview kerja, tujuannya juga sudah jelas supaya kamu bisa menjabarkan diri kamu secara profesional dan tidak melebar ke ranah pribadi. Banyak sekali yang terkecoh dengan pertanyaan tentang menjelaskan diri ini dan ada juga yang malah memberikan penjelasan mengenai topik yang tidak relevan dengan kebutuhan HRD.

    Beda halnya ketika kamu memang mendapatkan pertanyaan spesifik dari HRD nih, sahabat MySkill. Biasanya pelamar kerja malah menceritakan orang tua, saudara, masalah keluarga, dan lain sebagainya. Jadi, pada intinya jangan memberikan pernyataan yang tidak perlu supaya meminimalisir anggapan bahwa kita tidak mempunyai cerita penting yang lain. 

2. Sebutkan Kekurangan yang Ada pada Diri Anda

    Dalam menjawab pertanyaan terkait kekurangan yang ada pada diri kamu, sebaiknya lebih pahami lagi bagaimana diri kamu, karena kalau kamu sendiri bingung, HRD yang bertugas mewawancarai akan lebih bingung lagi. Sering kali banyak orang menganggap hal ini sepele dan justru menjelaskan secara gamblang semua kekurangan diri yang ada.

    Terlebih lagi, jika kamu menjelaskan kekurangan itu tanpa adanya solusi untuk menanganinya. Kesan yang akan muncul adalah kamu tidak mampu mengantisipasi kekurangan dirimu, dan ada kemungkinan HRD menilai kamu hanya asal melamar pekerjaan saja.

3. Apa Alasan Anda Memilih Perusahaan Kami di Interview Kerja

    Bagi sahabat MySkill yang pernah melakukan interview kerja pasti pernah dong, mendapatkan pertanyaan ini. Maksud dan tujuannya ialah pihak perusahaan ingin mengetahui pengetahuan kamu tentang perusahaan, antusias kerja, dan pihak perusahaan juga berusaha untuk melihat apakah karakteristik kita sudah cocok dengan perusahaan.

    Hindari jawaban seadanya, coba untuk melakukan riset kecil-kecilan, seperti mencari latar belakang profil perusahaan. Berikan juga jawaban lain seperti menyebutkan kecocokan antara passion kita dengan pekerjaan yang dilamar. 

4. Akan Jadi Apa Anda 5 Tahun ke Depan

    Kalau mendapat pertanyaan rencana 5 tahun kedepan, kira-kira jawaban yang tepat gimana, ya? Yang bisa jawab pertanyaan ini, ya, diri kamu sendiri nih, sahabat MySkill. Akan tetapi, pikirkan secara matang terlebih dahulu. HRD bertanya seperti ini bukan tanpa sebab. Biasanya dia ingin mengetahui apakah kamu termasuk orang yang visioner atau tidak. 

    Bagaimana jadinya jika kita tidak bisa merencanakan masa depan kamu sendiri? Itu akan berimbas pada anggapan dasar HRD yakni apabila pelamar tidak bisa menentukan tujuan hidupnya sendiri, pelamar pasti tidak bisa menentukan tujuan dari project perusahaan.

5. Berapa Gaji yang Anda Inginkan

    Hayo, bingung nggak nih, jika ditanya pertanyaan ini? Memang serba salah ya untuk menjawab salah satu pertanyaan interview kerja ini. Apabila kamu merasa memiliki value, biasanya perusahaan juga akan melakukan negosiasi gaji. Sebelum itu, tentukan terlebih dahulu sebenarnya untuk apa kamu bekerja atau pastikan dulu tujuan kamu.

    Logikanya seperti ini, jika kamu mempunyai tanggungan memberikan nafkah untuk keperluan rumah tangga, maka tujuan kamu bekerja ialah mencari rezeki guna memenuhi kewajiban tersebut. Beda lagi dengan seseorang yang hanya ingin mencari pengalaman lebih. Jadi, negosiasinya pun berbeda.

6. Kontribusi Apa yang Akan Anda Berikan pada Perusahaan Kami

    Biasanya, HRD mengajukan pertanyaan menjebak seperti ini saat mendekati akhir wawancara. Tujuannya apa? Tidak lain dan tidak bukan, yakni ingin tahu nilai diri kamu yang bisa berguna bagi perusahaan. Oleh karena itu, pastikan kamu sudah menyadari apa nilai diri yang ingin ditawarkan kepada perusahaan.

    Lebih baik lagi menjelaskan tujuan kamu yang sejalan dengan tujuan perusahaan. Dengan itu, HRD dapat melihat keyakinan dan keseriusan dalam diri sahabat MySkill dalam melamar pekerjaan. Nah, nggak ketinggalan juga beritahu pengalaman kamu sebelumnya itu bisa memberikan pengaruh.

7. Mengapa Kami Harus Menerima Anda pada Interview Kerja Kali Ini

    Perusahaan ingin tahu apakah kualifikasi kamu sesuai dengan yang mereka butuhkan, sehingga memberikan kesempatan pada kamu untuk menunjukkan kemampuan mempromosikan diri. Misal anda telah menunjukkan skills dan pengalaman bekerja sebelumnya itu dapat memberikan benefit pada perusahaan.

    Selain itu, kamu juga bisa menambahkan cerita bagaimana nanti akan menggunakan skills tersebut ketika sudah diterima bekerja. Fokuslah pada apa yang kamu bisa berikan pada perusahaan dan persiapkan dengan matang jawabannya agar terlihat lebih meyakinkan.

8. Apakah Ada Pertanyaan

    Pertanyaan jebakan ini muncul pada akhir interview dan istilahnya adalah pertanyaan pamungkas dari HRD untuk pelamar. Wah, gimana ya kalau dari kamu benar-benar tidak memiliki pertanyaan untuk diajukan? Eits, kalau bisa tetap bertanya nih, karena ini menunjukkan seberapa tertariknya kita dengan perusahaan.

    Kalau kamu tertarik terhadap suatu perusahaan, pastinya kamu akan mencari tahu bukan, entah itu ke laman media sosialnya atau website resminya. Tidak semua informasi ada di website resmi, sehingga penting bagi kamu untuk menanyakannya pada interview kerja.

    Itu tadi beberapa pertanyaan HRD saat interview kerja yang perlu kamu siapkan dengan baik, nih, sahabat MySkill. Sudah tahu cara menjawabnya? Coba tuliskan pengalaman wawancara kalian di kolom komentar, ya!

    Buat kamu yang ingin meningkatkan kualitas skill dan CV untuk menunjang karir, yuk join Myskill.id! Di sini, kami menyediakan berbagai pelatihan upskilling via e-learning dan bootcamp yang bisa kamu ikuti dengan berbagai praktisi dan cara yang menyenangkan.

Tes Interview Kerja, Dari Pakaian Sampai Jawaban Pertanyaan Wawancara

 

Tes Interview Kerja, Dari Pakaian Sampai Jawaban Pertanyaan Wawancara

    Bagaimana cara memilih pakaian yang tepat saat menjalani tes wawancara kerja? Apa saja jenis pertanyaan yang biasanya sering dilontarkan saat tes interview kerja? Wawancara atau interview merupakan bagian terpenting dalam seleksi melamar pekerjaan. Beban yang berat yang dialami oleh para calon pelamar sering menjadikan mereka stress.

    Dalam melakoni wawancara pekerjaan tersebut, ada beberapa hal penting yang harus diperhatikan, mulai dari pemilihan pakaian yang akan digunakan sampai jawaban-jawaban yang mampu menarik atau mengesankan. Nah, bagi anda yang akan menghadapi interview lamaran kerja, berikut ada beberapa poin penting yang wajib anda cermati dan persiapkan.

Memilih Pakaian yang Tepat Saat Tes Interview

    Bagaimanakah berpakaian yang baik saat melakoni tes wawancara kerja? Ada beberapa aturan dasar yang umum menjadi landasan dalam berpakaian ketika wawancara melamar pekerjaan, antara lain:

1. Hindari memakai pakaian casual

    Pakaian kasual atau terkesan santai memang kurang pantas dipakai ketika wawancara kerja. Pakaian tersebut cenderung tidak mengesankan keprofesionalan. Sebaiknya anda mengenakan busana berupa kemeja, blazer dan rok atau celana.

2. Pilih pakaian sesuai bidang pekerjaan

    Profesi di lingkungan formal, seperti bank, lembaga pendidikan, firma hukum, dan sejenisnya hendaknya menggunakan pakaian yang terkesan formal dan rapi. Sedangkan bila pekerjaan tersebut berada di bidang non formal (industri kreatif), misalnya media hiburan, agensi periklanan, desainer, dan sejenisnya, maka tambahkan beberapa asesoris (scarf, kalung, ikat piggang, hiasan rambut) untuk memberi kesan kreatif dan inspiratif.

3. Harus matching (serasi)

    Mungkin anda memiliki lebih dari satu item pakaian yang bisa dipilih untuk wawancara kerja. Nah, saat memilih baju, celana/rok, ikat pinggang, dasi, sepatu, dan asesoris lainnya, harus memberikan kesan cocok (serasi) dalam padu-padannya. Tentu rasanya kurang pas bukan jika jas dan celana hitam dipadupadankan dengan dasi warna pink. Oleh sebab itu, sebelum berangkat anda wajib bercermin atau meminta pendapat orang-orang sekitar tentang penampilan anda.

4. Hindari hal-hal berikut ini

    Dalam memilih pakaian untuk tujuan tes wawancara, ada beberapa hal yang mesti dihindari, diantaranya: berpakaian seksi bagi wanita (rok mini atau agak transparan), menggunakan jaket kulit bagi pria, berpakaian terlalu ketat atau longgar, menggunakan aksesoris atau perhiasan berlebihan, warna pakaian yang mencolok (norak), lecek dan kusam, serta berbau atau wangi yang terlalu tajam.

Cermati Daftar Pertanyaan Interview yang Sering Diajukan


    Tes wawancara menjadi salah satu point krusial yang mendebarkan dalam tahapan melamar sebuah pekerjaan. Banyak orang yang merasa tegang dan panik ketika berusaha melalui ujian ini, sehingga kemampuan dan potensi diri yang mereka miliki tidak bisa terekspose ke tim penyaring job application. Lalu bagaimana cara meminimalisir sisi negatif situasi tersebut?

Yang pertama anda lakukan adalah banyak berdoa memohon kelancaran karir anda, kemudian persiapkan tampilan sikap dan etika yang sopan, kumpulkan informasi sebanyak-banyaknya tentang posisi yang ingin anda geluti, cari data sebanyak-banyaknya tentang perusahaan tempat anda melamar pekerjaan (misal sejarah berdiri, produk yang dihasilkan, nama pimpinan perusahaan, dsb), dan yang terakhir adalah menyiapkan jawaban-jawaban terbaik dalam fase tes wawancara.

Dengan melakukan persiapan tersebut, niscaya anda akan mempunyai rasa kepercayaan diri yang mantap dalam menghadapi situasi tersebut. Berikut adalah daftar pertanyaan umum yang sering diajukan dalam wawancara (interview) melamar sebuah pekerjaan:

a. Pertanyaan seputar riwayat pekerjaan

    Hal pertama yang pasti ditanyakan oleh pewawancara adalah riwayat pekerjaan yang pernah digeluti sebelumnya, mencakup:

  • Deskripsi nama perusahaan, jabatan yang pernah diemban, serta berapa lama posisi-posisi tersebut dilakoni.
  • Pengalaman-pengalaman anda seputar profesi-profesi sebelumnya.
  • Cara anda mengembangkan karier anda pada jabatan-jabatan sebelumnya.
  • Hal-hal yang anda sukai dan tidak disukai pada posisi sebelumnya.
  • Prestasi dan kegagalan terbesar dalam karier anda terdahulu.
  • Situasi di lingkup perusahaan sebelumnya, baik itu atasan anda, rekan kerja anda, atau bawahan anda.
  • Masalah-masalah yang anda hadapi di tempat kerja sebelumnya.
  • Gambaran tentang Boss (pimpinan perusahaan) terdahulu. Jangan bercerita terlalu banyak tentang keburukannya, seimbangkan sisi positif dan negatifnya.
  • Pandangan anda tentang boss dan perusahaan ideal yang sesuai dengan harapan anda.
  • Mengapa anda meninggalkan pekerjaan anda sebelumnya? Atau mengapa ingin beralih profesi? Atau apa yang menyebabkan anda mundur dari perusahaan sebelumnya? Berikan jawaban yang tidak membuat citra anda menjadi negatif, misalnya karena bentrok dengan rekan-rekan kerja, atau karena tidak puas dengan gajinya, atau tidak cocok dengan boss sebelumnya.
  • Sementara bagi angkatan kerja baru (fresh graduate), selain riwayat pendidikan, jenis pertanyaan yang diajukan umumnya adalah tentang pandangan anda seputar perusahaan-perusahaan sejenis.

b. Pertanyaan tentang kepribadian

    Setelah riwayat pekerjaan, pertanyaan umum yang biasanya dilontarkan ke pencari kerja adalah seputar kepribadian, meliputi:

  • Kelemahan dan keunggulan diri
  • Gambaran singkat tentang diri anda
  • Bagaimana cara dan gaya kerja anda?
  • Sejauh mana anda bekerja dalam sebuah tim? Anda lebih suka kerja tim atau mandiri?
  • Berapa jam anda bisa maksimal bekerja dalam sehari?
  • Bagaimana cara anda menangani diri anda terhadap tekanan dari tugas pekerjaan anda? Misalnya karena tugas atau ditempatkan di luar kota.
  • Apa yang anda lakukan untuk memotivasi diri ketika sedang tidak semangat bekerja?
  • Keputusan apa yang paling sulit anda tentukan?
  • Apa yang orang paling disukai dan tidak disukai terhadap diri anda? Kritik dan sanjungan yang paling sering anda terima.
  • Berapa jumlah gaji yang anda harapkan? Mengapa anda memilih angka itu? Saat wawancara, jangan pernah menyinggung masalah besaran gaji sebelum pewawancara menanyakan hal tersebut. Untuk menentukan besaran gaji yang sesuai, ada baiknya melakukan riset / pengumpulan data-data gaji dari berbagai perusahaan yang sejenis pada jabatan yang sama. Besaran gaji tersebut tentu lebih rendah dari mereka yang telah menduduki jabatan sejenis selama bertahun-tahun.

c. Pertanyaan seputar jabatan dan perusahaan baru yang Anda pilih

    Poin ke tiga ini termasuk yang penting dalam menentukan nasib anda, karena secara langsung menyangkut tentang perusahaan yang sedang mencari karyawan. Ragam pertanyaan yang diajukan antara lain:

  • Sejauh mana dan mengapa anda tertarik dengan pekerjaan baru ini?
  • Apa yang anda bisa lakukan untuk memajukan perusahaan ini?
  • Mengapa perusahaan mesti memilih anda? Apakah anda orang yang tepat untuk posisi ini? Jawab dengan rasa percaya diri dan penuh optimisme, tapi jangan terlalu berlebihan (sombong).
  • Apa saja yang anda telah ketahui tentang perusahaan ini?
  • Mengapa anda ingin bekerja di perusahaan ini?
  • Hal dan tantangan apa yang ingin anda temukan di perusahaan ini?
  • Apakah anda bersedia melakukan perjalanan jauh untuk tugas beberapa hari?
    Berapa lama anda ingin bekerja di perusahaan ini?
  • Adakah hal-hal yang ingin anda ketahui tentang perusahaan ini? Usahakan mengajukan sebuah pertanyaan yang menunjukkan antusiasme anda terhadap perusahaan.

d. Pertanyaan seputar masa depan Anda

    Pertanyaan-pertanyaan berikut akan mencerminkan ekspetasi dan ambisi diri anda. Jika ekspetasi dan ambisi anda terlalu rendah, maka dianggap anda kurang bersemangat dan tidak memiliki rasa antusias.

Sedangkan jika terlalu tinggi, maka kemungkinan perusahaan akan takut mempekerjakan anda, karena khawatir anda akan tidak betah bekerja karena harapan yang tidak bisa diwujudkan oleh perusahaan.

  • Apa yang akan anda cari pada pekerjaan berikutnya?
  • Kira-kira seperti apa anda dalam lima tahun ke depan, khususnya tentang karir anda?
  • Apa tujuan anda lima tahun ke depan?
  • Apa yang akan anda lakukan untuk mencapai tujuan tersebut?
  • Seperti apa gambaran gaji (salary) yang ingin anda dapatkan dari tahun ke tahun? Tentunya pasti ingin meningkat, namun juga tergantung dari kondisi perusahaan di masa mendatang.
  • Posisi (jabatan) apa yang akan anda raih selanjutnya setelah diterima pada jabatan sekarang?
    Apa rencana anda jika tidak diterima di perusahaan ini?

Jenis Pertanyaan Selektif dalam Interview Kerja

    Mungkin daftar pertanyaan berikut bisa membantu anda dalam rangka meloloskan diri ke tahap selanjutnya. Apa sajakah contoh pertanyaan selektif tersebut? Berikut sekilas uraiannya:

Pertanyaan Interview #1

    “Kesulitan apa yang kira-kira akan Anda hadapi dalam melakoni bidang pekerjaan yang anda lamar ini??? Lalu, bagaimana cara anda dalam mengatasi permasalahan yang anda hadapi tersebut?”
Jawaban dari pelamar akan mencerminkan bagaimana sistematika berpikirnya tatkala mendapatkan kesulitan dan hambatan di tempat kerjanya.

Pertanyaan Interview #2

    “Seperti apakah diri anda? Atau teman-teman mengenal diri anda sebagai sosok orang yang seperti apa?”
Pertanyaan ini akan memberikan kesempatan bagi para pelamar untuk menjelaskan personal brand diri mereka masing-masing, dan sejatinya juga akan memberikan deskripsi kepada anda seperti apakah mereka nanti dalam representasi perusahaan anda.

Pertanyaan Interview #3

    “Ketika Anda berada di suatu ruangan, apakah anda ingin orang-orang di sekitar mengetahui keberadaan anda, atau anda berusaha agar mereka tidak memperhatikan anda?”
Pilihan jawaban dari pelamar akan menentukan apakah dia seorang introvert (berkarakter tertutup) atau ekstrovert (berkarakter terbuka). Setiap opsi jawaban dapat bernilai lebih dari opsi jawaban lain tergantung posisi bidang pekerjaan yang dilamar.

Pertanyaan Interview #4

    “Ketika Anda bekerja dalam sebuah tim, peran apa yang paling ingin anda pilih?”
Pertanyaan ini dapat memberikan jendela informasi terkait posisi yang paling comfortable dari sang kandidat dalam sebuah team work di perusahaan anda. Ketika team work di perusahaan anda lebih membutuhkan sosok karyawan yang pandai dan nyaman bekerja dalam peran sebagai ‘pelaksana’, maka kandidat karyawan yang comfort sebagai ‘perancang’ sementara harus disisihkan dulu.

Pertanyaan Interview #5

    “Dalam imajinasi anda, coba ungkapkan sebanyak-banyaknya, benda ini menyerupai bentuk apa saja?”
Misalnya anda menunjukkan sebatang pulpen, dan kemungkinan – kemungkinan jawaban yang dapat digali misalnya: menyerupai tombak, pesawat apollo, suntikan, lembing, tongkat, menara, dan sebagainya. Semakin banyak seorang calon pelamar dapat menyebutkan hasil imajinasinya, maka daya kreativitasnya semakin tinggi.

Inilah Hal-hal yang Dinilai dalam Tes Wawancara Kerja

    Tes Wawancara menjadi salah satu metode yang digunakan oleh pihak perusahaan dalam menentukan siapa yang layak menjadi karyawan atau mana calon pelamar yang tepat untuk menempati posisi lowongan yang ditawarkan. Banyak pelamar yang merasa kelabakan menghadapi fase ini, karena tidak mempersiapkan diri dengan sebaik-baiknya. Oleh karena, dalam menghadapi tahapan wawancara tersebut, para pelamar hendaknya mempersiapkan diri sebaik-baiknya untuk mengantisipasi segala kemungkinan yang terjadi. Ada enam point penting yang biasanya menjadi bahan pertimbangan bagi tim perekrut tenaga kerja dari jawaban-jawaban para pelamar, antara lain:

1. Wawasan terhadap bidang pekerjaan yang diincar

    Hal terpenting dalam penilaian tes wawancara kerja adalah sejauh mana jawaban dari pelamar terhadap bidang pekerjaan (jabatan) yang ia incar. Jawaban yang memuaskan membuktikan bahwa orang tersebut lebih kompeten dalam menduduki posisi yang dimaksud. Oleh karena itu, anda sebagai pelamar hendaknya melamar pekerjaan yang sesuai dengan latar belakang pendidikan atau sesuai dengan skill yang anda miliki.

2. Motivasi dalam bekerja

Hal kedua yang dipertimbangkan oleh tim rekrutmen adalah motivasi kerja dari para pelamar. Apa yang membuat anda tertarik bergabung dalam perusahaan tersebut? Uraikanlah jawaban yang bukan hanya sekedar teoritis, tapi dapat memberikan nilai lebih yang bisa bermanfaat dalam pengembangan perusahaan.

3. Jawaban seputar gaji (salary)

    Tidak ada yang pasti berapa ukuran gaji untuk sebuah posisi jabatan tertentu. Selain itu, biasanya pelamar juga diminta untuk menguraikan skema penggajian yang diinginkan ketika telah bekerja dalam perusahaan tersebut. Meminta gaji yang tinggi akan membuat tim rekrutmen berpikir dua kali untuk menerima anda, sedangkan jika terlalu rendah akan membuat anda dipandang tidak memiliki kepercayaan diri dalam mengemban tugas yang ditawarkan. Jadi lakukan perbandingan tentang gaji-gaji di berbagai perusahaan.

4. Sikap dan penampilan

    Inilah point subjektifitas yang pengaruhnya cukup besar. Dari sikap inilah, tim perekrut tenaga kerja dapat membuat keputusan yang berbalik arah. Meskipun seorang pelamar mempunyai pengalaman kerja yang luas, skill yang mumpuni, dan lulusan dari pendidikan tinggi, namun jika tidak dapat bersikap dan berpenampilan dengan tepat, maka bisa saja pihak perusahaan melempar surat lamarannya ke tong sampah. So, jagalah sikap saat tes wawancara kerja!

5. Pengetahuan mengenai perusahaan

    Dalam wawancara kerja, tim perekrut tenaga kerja juga terkadang menanyakan sejauh mana anda mengenal perusahaan mereka dan juga perusahaan-perusahaan lain yang sejenis. Jangan lupa untuk mempelajari sedetail mungkin ragam informasi tentang perusahaan yang anda tuju, termasuk perusahaan-perusahaan yang menjadi kompetitornya.

6. Rencana di masa depan

    Hal terakhir yang sering dipertanyakan kepada calon karyawan adalah rencana-rencana yang akan dilakukan oleh pelamar di masa mendatang, baik jika diterima ataupun bila ditolak. Pikirkan jawaban yang dapat menggambarkan rasa optimisme dan kedewasaan anda.

Daftar Kesalahan yang Sering Dilakukan Saat Interview Kerja

    Menjalani tes wawancara dalam melamar suatu pekerjaan pada sebuah perusahaan adalah tahap yang paling menegangkan. Banyak orang yang menjadi stress karena situasi yang akan dihadapinya. Tekanan psikis yang dihadapi para calon karyawan tersebut lebih disebabkan karena rasa ketakutan yang berlebihan, terutama takut jika melakukan kesalahan-kesalahan yang tidak disadarinya.

    Agar anda tidak membuat kekeliruan dalam menghadapi tes wawancara melamar pekerjaan, ada baiknya anda berusaha mengantisipasi kesalahan-kesalahan yang sering dilakukan oleh para kandidat (pelamar), seperti yang terurai berikut ini.

1. Membalas SMS atau menerima panggilan telepon

    Meskipun suasana yang tercipta saat wawancara tidak begitu formal, yang artinya cukup santai, bahkan mimik para Penguji juga terlihat rileks, bukan berarti hal tersebut mengindikasikan bahwa tim penguji tidak berkeberatan bila anda harus membalas pesan atau menjawab ponsel anda. Sebaiknya matikan HP ketika sedang menghadapi tes wawancara kerja.

2. Berpakaian yang tidak pantas

    Jenis pakaian yang digunakan harus disesuaikan dengan persyaratan yang diajukan perusahaan dan disesuaikan juga dengan jenis pekerjaan yang diinginkan. Intinya adalah jangan sampai memakai busana yang urakan atau mengenakan pakaian yang lebih mewah (glamor) dari tim penyeleksi.

3. Mengunyah permen atau menghisap rokok

    Salah satu hal yang biasanya dilakukan untuk meredakan ketegangan pikiran adalah mengunyah permen karet atau pun menghisap sebatang rokok. Hal ini sebaiknya dihindari ketika anda akan memasuki ruang wawancara.

4. Membicarakan kejelekan tempat kerja sebelumnya

    Bila anda punya pengalaman kerja, maka satu pertanyaan yang umumnya ditanyakan oleh Pewawancara adalah alasan anda berhenti atau keluar dari tempat kerja sebelumnya. Jangan memberikan jawaban yang menjelekkan boss dan rekan kerja anda di perusahaan sebelumnya, meskipun itu adalah kompetitor bisnis bagi perusahaan yang sekarang.

5. Membawa buku panduan wawancara

    Jangan pernah membawa buku semacam ini ke lokasi tes wawancara. Bila diketahui oleh tim penguji atau karyawan yang lain akan memberi kesan negatif pada diri anda karena dianggap tidak siap atau kurang profesional.

6. Terlambat datang

    Kedisiplinan adalah cerminan awal calon karyawan yang profesional. Datanglah 30 menit sebelum jadwal wawancara dimulai.

7. Berdebat dengan tim pewawancara


    Berargumen adalah salah satu cara menunjukkan kualitas kepribadian anda di mata tim pewawancara. Hindari perdebatan yang berlarut-larut dengan tingkat emosi yang tinggi, apa lagi tanpa menggunakan logika yang mendukung pendapat anda.

8. Melepas sepatu

    Wawancara yang berlangsung lebih dari 15 menit terkadang membuat suasana menjadi gerah, sehingga tanpa disadari kita sering melepas sepatu untuk membuat tubuh menjadi rileks. Hati-hati bau sepatu dan aroma kaos kaki anda!

9. Jemari tangan tidak bisa diam

    Tangan bergerak tanpa disadari adalah sebuah kebiasaan yang sulit dihilangkan. Menggigit kuku, memainkan alat tulis kantor, menggaruk-garuk kepala, atau menyilangkan kedua tangan di depan dada merupakan hal-hal yang harus segera anda sadari.

10. Berbicara terbata-bata

    Dalam suasana tegang, banyak orang menjadi blank sehingga kehabisan kata-kata atau lidah menjadi kaku sehingga mengucapkan kata-kata dengan terbata-bata. Lakukan senam mulut atau senam bibir 10 menit sebelum wawancara dimulai agar terasa rileks.

11. Melakukan tindakan buruk ketika dinyatakan tidak lulus

    Melakukan tindakan ini hanya akan membuat anda menjadi lebih sulit mendapatkan pekerjaan di masa-masa selanjutnya.

12. Tidak yakin dengan pekerjaan yang diincarnya

    Sebuah perusahaan membutuhkan calon karyawan yang smart dan penuh semangat. Bila seorang pelamar tidak memahami posisi yang diincarnya maka kecil peluangnya untuk diterima. Begitu juga bila ia tidak yakin dengan potensi bidang pekerjaan yang dilamarnya, maka perusahaan akan takut mengangkatnya sebagai karyawan karena diprediksi ia tidak akan betah lalu keluar dari perusahaan.

13. Lupa mengucapkan terima kasih dan berjabat tangan

    Mungkin saat wawancara selesai, anda terlalu senang atau ada perasaan tegang yang membuat anda lupa mengucapkan terima kasih dan berjabat tangan. Bila anda terlupa dan baru saja keluar dari ruang wawancara, maka jangan sungkan untuk masuk kembali menyampaikan ucapan terima kasih, selama belum ada peserta lain yang masuk ke ruangan tersebut. Hal itu dapat memberikan kesan sebagai calon karyawan yang energik dan penuh semangat di mata tim penyeleksi.

Tips Cara agar Bisa Lolos Seleksi Tes Interview Kerja

    Kesan pertama dalam proses wawancara kerja menjadi hal yang amat penting, dan bahkan dapat menjadi penentu kesuksesan anda diterima atau tidak. Tak sedikit bos yang mengatakan bahwa mereka bisa memprediksi layak tidaknya seorang pelamar untuk diterima dalam waktu kurang dari satu menit saja. Caranya adalah dengan memperhatikan kesan pertama yang tampak atau diekspresikan oleh si calon pelamar. Oleh sebab itu, sebagai pelamar (pencari pekerjaan), anda memiliki waktu serta kesempatan terbatas agar lolos dari tahapan wawancara kerja. Berikut adalah beberapa tips cepat dan mudah untuk mengesankan semua orang yang Anda temui ketika tengah melakukan wawancara untuk pekerjaan baru.

#1. Lakukan praktik uji coba. Melakukan praktek mungkin tidak membuat sempurna, tapi paling tidak hal itu akan membantu Anda membuat kesan yang baik. Tinjaulah pertanyaan wawancara yang mungkin paling sering ditanyakan oleh pewawancara, dan juga berpikir tentang bagaimana Anda akan menjawabnya.

#2. Kenakan pakaian wawancara yang pantas. Hal ini bisa tampak memalukan jika Anda muncul dengan busana yang overdressed atau underdressed.

#3. Jangan pergi malakoni wawancara jika anda tidak memiliki wawasan yang memadai. Persiapkan kemampuan dan keterampilan anda sesuai bidang yang ingin anda geluti.

#4. Luangkan waktu untuk meneliti lebih dalam tentang organisasi perusahaan tempat anda melamar, sehingga Anda tahu sebanyak mungkin tentang hal itu. Dengan cara itu Anda akan siap untuk menjawab berbagai pertanyaan tentang perusahaan dan jenis bisnisnya.

#5. Review posting atau pengumuman pekerjaan yang diterbitkan oleh perusahaan. Tahu sebanyak mungkin tentang pekerjaan dan tinjau lebih seksama apa yang diinginkan perusahaan. Juga lihatlah surat lamaran Anda, sehingga Anda mengetahui dengan jelas tentang apa yang dapat Anda tawarkan ke calon Bos anda.

#6. Jika ada, periksa pewawancara di profil LinkedIn, facebook, dan jejaring sosial lainnya. Anda akan memiliki sekilas gambaran tentang profil dan pengalaman orang-orang tersebut.

#7. Gunakan pewangi badan atau parfume yang ringan. Pewawancara mungkin akan sedikit merasa terganggu jika anda memakai wewangian yang berlebihan.

#8. Jangan sampai telapak tangan anda penuh dengan keringat. Tak seorang pun ingin menyentuh tangan basah dan berlendir. Jika memungkinkan pergilah ke toilet untuk mengeringkan tangan anda.

#9. Minumlah air putih dan juga ambil napas dalam-dalam. Kegiatan wawancara dapat membuat seseorang menjadi benar-benar stres.

#10. Lakukan jabat tangan yang baik dan mantap agar anda terlihat profesional.

#11. Tersenyumlah, tapi jangan berlebihan. Berpikir positif dan tersenyum ketika Anda bertemu pewawancara. Orang positif dengan keterampilan interpersonal yang kuat lebih mungkin untuk dipekerjakan.

#12. Tunjukkan antusiasme dan gairah untuk apa yang Anda lakukan dan apa yang Anda ingin lakukan dalam pekerjaan Anda berikutnya. Tidak apa-apa untuk membiarkan pewawancara tahu bahwa Anda mencintai pekerjaan Anda dan gembira tentang kesempatan tersebut.

#13. Berbagi dan ceritakan bagaimana Anda sangat cocok untuk pekerjaan itu. Back up antusiasme Anda dengan fakta-fakta. Ini tidak cukup untuk mengatakan bahwa Anda punya hal-hal yang tepat untuk pekerjaan itu. Jadilah spesifik dan tunjukkan kepada calon Bos anda mengapa dan bagaimana Anda memenuhi syarat.

#14. Jangan panik. Meskipun Anda telah melakukan semua persiapan yang matang, Anda mungkin saja kaget dan lengah dengan pertanyaan wawancara yang tidak Anda harapkan. Persiapkan diri untuk situasi yang terburuk.

#15. Berbagi satu atau dua cerita. Jangan hanya menyatakan kualifikasi Anda. Sebaliknya, gunakan keterampilan bercerita untuk berbagi kisah tentang apa yang telah Anda capai di tempat kerja sebelumnya. Tidak ada yang lebih baik dari kisah kehidupan nyata, karena hal ini biasanya lebih menarik minat pewawancara, sehingga ia memiliki gambaran utuh tentang kepribadian Anda.

Nah, demikian uraian mengenai persiapan dalam menghadapi tes interview melamar pekerjaan. Terima kasih telah membaca tulisan ini, semoga dapat menambah wawasan Anda. Jika bermanfaat, jangan lupa share di akun media sosial Anda, seperti Facebook dan Twitter.